Proses Dan Persiapan Jika Ingin Membeli Rumah Properti

Berikut ini adalah proses lengkap cara membeli properti (rumah) dan gambaran biaya yang perlu dipersiapkan jika harga rumah tersebut seharga 1 miliar rupiah di Indonesia:

  1. Mencari properti yang diinginkan
    • Cari informasi mengenai properti yang diinginkan, baik melalui internet, agen properti, maupun melalui teman atau keluarga yang mengetahui informasi mengenai properti yang sesuai.
    • Survey properti yang diinginkan secara langsung.
  2. Melakukan penawaran
    • Setelah menemukan properti yang diinginkan, ajukan penawaran kepada penjual dengan harga yang diinginkan.
    • Setelah terjadi kesepakatan harga, buatlah perjanjian jual beli dan lakukan pembayaran uang muka sebesar 10-30% dari harga jual.
  3. Melakukan verifikasi dan persiapan administrasi
    • Lakukan verifikasi terhadap status kepemilikan properti dan kelengkapan dokumen properti yang diperlukan seperti sertifikat, pajak bumi dan bangunan, dan surat izin bangunan.
    • Lakukan pembuatan akta jual beli dan pembayaran biaya notaris untuk melakukan proses legalitas pembelian properti.
  4. Melakukan pembayaran
    • Lakukan pembayaran sisa harga properti dan biaya-biaya lainnya seperti biaya peralihan hak, biaya notaris, biaya pengurusan KPR, dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan transaksi pembelian properti.
  5. Pendaftaran sertifikat
    • Setelah pembayaran selesai, sertifikat akan diajukan untuk diurus oleh notaris dan proses pendaftaran sertifikat dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung dari proses di kantor pendaftaran tanah dan bangunan.

Gambaran biaya yang perlu dipersiapkan jika harga rumah seharga 1 miliar rupiah antara lain:

  1. Uang muka: 10-30% dari harga jual, yaitu sekitar 100 juta – 300 juta rupiah.
  2. Biaya Notaris: sekitar 2,5 juta – 5 juta rupiah untuk jasa notaris dan biaya pengurusan administrasi seperti ajukan pendaftaran sertifikat.
  3. Biaya peralihan hak: biaya balik nama sertifikat sekitar 1% dari harga jual, yaitu sekitar 10 juta rupiah.
  4. Biaya pengurusan KPR (jika menggunakan fasilitas KPR): sekitar 1-2% dari nilai kredit, yaitu sekitar 10 juta – 20 juta rupiah.
  5. Biaya-biaya lainnya yang terkait dengan proses pembelian properti, seperti biaya survey, biaya pengecekan sertifikat, biaya keamanan, dan biaya lainnya. Biaya ini dapat berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan kebijakan masing-masing bank atau lembaga keuangan yang terlibat.

Jika membeli properti secara tunai, berikut adalah gambaran biaya yang perlu dipersiapkan jika harga rumah tersebut seharga 1 miliar rupiah di Indonesia:

  1. Uang muka: Tidak diperlukan uang muka jika membeli secara tunai, namun perlu dipastikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup untuk membayar keseluruhan harga properti.
  2. Biaya Notaris: sekitar 2,5 juta – 5 juta rupiah untuk jasa notaris dan biaya pengurusan administrasi seperti ajukan pendaftaran sertifikat.
  3. Biaya peralihan hak: biaya balik nama sertifikat sekitar 1% dari harga jual, yaitu sekitar 10 juta rupiah.
  4. Biaya-biaya lainnya yang terkait dengan proses pembelian properti, seperti biaya survey, biaya pengecekan sertifikat, biaya keamanan, dan biaya lainnya. Biaya ini dapat berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan kebijakan masing-masing bank atau lembaga keuangan yang terlibat.

Dalam pembelian properti secara tunai, Anda tidak perlu membayar bunga dan biaya administrasi dari fasilitas KPR, sehingga biaya yang perlu disiapkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pembelian properti melalui KPR. Namun, tentunya perlu dipastikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup untuk membayar keseluruhan harga properti yang diinginkan.

π˜½π™€π™‡π™„ | π™…π™π˜Όπ™‡ | π™Žπ™€π™’π˜Ό | 𝙆𝙋𝙍
π—›π˜‚π—―π˜‚π—»π—΄π—Ά : πŸŽπŸ–πŸπŸπŸ–πŸ’πŸ”πŸπŸ—πŸ”πŸŽπŸŽ
π˜Όπ™œπ™ͺ𝙨 π™‹π™šπ™©π™–π™π™ͺ𝙒𝙖𝙝

Join The Discussion

Compare listings

Compare